ArmorPaint 1.0 Resmi Rilis: Tool Open-Source Texture Painting 3D yang Bisa Gantiin Substance Painter
Setelah 8 tahun early access, ArmorPaint 1.0 akhirnya rilis dengan rewrite total ke bahasa C, fitur AI lokal, sculpting, dan UV editing. Harga cuma $19 sekali beli.
Delapan tahun. Itu waktu yang dibutuhkan tim Armory untuk mengubah ArmorPaint dari proyek early access yang ambisius menjadi software texture painting 3D versi stabil pertamanya. Tanggal 4 September 2026, ArmorPaint 1.0 resmi dirilis, dan hasilnya sangat signifikan: bukan sekadar update kosmetik, tapi rewrite total dari nol menggunakan bahasa C.
Kalau kamu pernah mencoba ArmorPaint versi lama dan merasa performanya kurang meyakinkan untuk project serius, versi 1.0 ini jawabannya. Tim pengembang benar-benar menelanjangi kode lama berbasis Haxe dan V8 JavaScript engine, lalu membangun ulang semuanya dari scratch. Hasilnya? Ukuran program dari yang tadinya 25.8 MB (uncompressed) menjadi hanya 6.2 MB, atau sekitar 3.1 MB dalam format compressed. Timnya sendiri bilang ArmorPaint versi baru ini bisa muat di dua keping floppy disk 1.4 MB klasik.
Rewrite Total: Dari Haxe ke Pure C
Keputusan untuk rewrite ke pure C bukan tanpa alasan. ArmorPaint versi lama menggunakan Haxe sebagai bahasa pemrograman utamanya, dengan JavaScript engine V8 untuk menjalankan script internal. Masalahnya, arsitektur ini punya bottleneck tertentu, terutama untuk software yang harus memproses tekstur resolusi tinggi secara real-time di viewport 3D.
Dengan migrasi ke C murni, seluruh dependency eksternal dihilangkan. Tidak ada lagi library tambahan yang perlu di-load. Dan dampaknya langsung terasa di performa. Berdasarkan benchmark yang dipublikasikan tim Armory, ArmorPaint 1.0 mampu memproses file .obj berukuran 800 MB dari waktu loading 7.3 detik menjadi hanya 4.1 detik. Konsumsi memori juga turun drastis, dari 2.7 GB RAM menjadi hanya 1.12 GB untuk file yang sama. Artinya kamu bisa bekerja dengan model yang lebih besar dan lebih kompleks tanpa harus upgrade hardware.
GPU acceleration juga diperbarui sepenuhnya. ArmorPaint 1.0 mendukung Direct3D 12, Vulkan, Metal, dan WebGPU untuk rendering. Untuk ray tracing, masing-masing platform punya backend tersendiri: Direct3D 12 di Windows, Vulkan di Linux dan Android, serta Metal di macOS dan iOS. Semua berjalan secara native tanpa abstraction layer yang memperlambat.

Fitur Baru: Sculpting, UV Editor, dan Modifiers
Selain rewrite di bagian inti, ArmorPaint 1.0 juga membawa fitur-fitur baru yang cukup substansial. Salah satu yang paling menonjol adalah mode sculpting dasar. Kamu sekarang bisa melakukan sculpting langsung di ArmorPaint tanpa perlu pindah ke software lain seperti Blender atau ZBrush dulu untuk detail minor. Fitur sculpting ini masih dalam tahap awal, tapi sudah dilengkapi dengan workflow berbasis layer yang non-destructive, sehingga kamu bisa bereksperimen tanpa khawatir merusak mesh asli.
Begitu juga dengan UV editing. ArmorPaint kini punya editor UV dasar yang memungkinkan kamu memperbaiki atau menyesuaikan UV mapping langsung di dalam aplikasi. Ada juga tombol UV unwrap otomatis di tab mesh. Untuk manipulasi geometry, empat modifier baru ditambahkan: Decimate, Subdivide, Smooth, dan Bevel. Semua bisa diaplikasikan tanpa mengubah mesh original secara permanen.
Selain itu, ada juga path dan curve layers yang memungkinkan kamu menambahkan detail seperti stitching atau geometric pattern langsung di permukaan model. Fitur-fitur ini menjadikan ArmorPaint lebih dari sekadar tool tekstur, tapi sudah mulai merambah ke modeling workflow ringan.
Timeline, Skinning Playback, dan Animasi Sederhana
Salah satu kejutan di ArmorPaint 1.0 adalah penambahan tab timeline. Fitur ini memungkinkan kamu memainkan animasi skinned meshes, seperti karakter atau creature, langsung di viewport ArmorPaint. Jadi kalau kamu sedang mengerjakan tekstur untuk karakter yang sudah di-rig, kamu bisa memutar animasinya sambil painting untuk memastikan tekstur tetap terlihat benar di semua pose.
Bukan hanya playback, ArmorPaint 1.0 juga mendukung tween animation sederhana. Kamu bisa membuat animasi mesh dan layer dasar tanpa perlu keluar dari aplikasi. Fitur ini berguna untuk preview cepat atau membuat demonstrasi tekstur. Ada juga tab sounds yang terintegrasi, meskipun untuk kebutuhan production mungkin masih terbatas.
Keberadaan timeline ini menunjukkan arah pengembangan ArmorPaint ke depannya, yaitu menjadi tool yang lebih mandiri dan tidak hanya sekadar pelengkap untuk Blender atau game engine.
Neural Nodes: AI yang Berjalan Sepenuhnya Lokal
Mungkin fitur paling menarik di ArmorPaint 1.0 adalah Neural Nodes. Ini adalah sistem node AI yang memungkinkan kamu melakukan beberapa operasi generatif langsung di dalam aplikasi. Tiga kemampuan utamanya: upscale gambar hingga 4x, mengkonversi foto menjadi PBR material (base color, height, normal map, occlusion, roughness), dan text-to-image generation untuk membuat tekstur dari deskripsi teks.
Yang paling penting, semua proses AI ini berjalan 100% lokal di workstation atau tablet kamu. Tidak ada data yang dikirim ke server cloud, tidak ada koneksi internet yang diperlukan setelah model AI selesai di-download. Model-model AI yang digunakan semuanya berlisensi open source. Syaratnya, kamu minimal punya 6 GB VRAM untuk menjalankan fitur AI ini.
Pendekatan lokal ini sangat cocok untuk artist yang concern dengan privasi data, atau untuk studio yang bekerja dengan aset yang tidak boleh keluar dari jaringan internal. Dibandingkan dengan beberapa tools AI lain yang mengharuskan data dikirim ke cloud, ArmorPaint memberikan alternatif yang jauh lebih aman.

Pipeline Integration dan Format Import/Export
Dari sisi pipeline, ArmorPaint 1.0 sudah tersedia untuk Windows 10+, Linux, macOS (Apple Silicon), serta versi eksperimental untuk iPadOS dan Android. Untuk integrasi dengan software 3D lain, ada live link plugins untuk Blender, Unity, dan Unreal Engine. Meskipun saat artikel ini ditulis belum semua plugin diperbarui ke versi 1.0 final, Source code-nya sudah tersedia.
Untuk import/export, ArmorPaint 1.0 mendukung format standar industri: import .fbx, .obj, .gltf, .blend, bahkan .psd untuk layer dan mask. Export tersedia untuk .glb (mesh), dan tekstur bisa di-export dalam PNG, JPEG, atau EXR dengan color depth hingga 32-bit. Ada juga import untuk JSON materials dan .cube LUT untuk color grading, yang merupakan penambahan yang sangat welcome untuk artist yang sudah punya material library dalam format JSON.
Baking juga ditingkatkan. Kamu bisa bake AO, Cavity, Thickness, normal maps, material ID, dan lightmaps langsung di GPU dengan ray tracing acceleration. Untuk games artists, ada plugin make tilesheet baru yang memudahkan pembuatan sprite sheets dari model 3D.
Harga dan Perbandingan dengan Substance 3D Painter
ArmorPaint tersedia sebagai open-source di bawah lisensi zlib, yang berarti source code-nya bisa diakses dan dimodifikasi siapa saja secara gratis. Tapi kalau kamu ingin compiled binary yang siap pakai, harganya $19 di itch.io untuk desktop. Untuk mobile, iOS dibanderol $17.99 dan Android $19.99. Tidak ada subscription, tidak ada biaya tahunan.
Bandingkan ini dengan Adobe Substance 3D Painter yang harganya sekitar $20 per bulan, atau $240 per tahun melalui subscription Adobe. Dalam hitungan dua bulan saja, biaya Substance sudah melebihi harga ArmorPaint sekali beli selamanya. Dan ini belum termasuk fitur AI lokal yang ArmorPaint tawarkan, yang di Substance masih bergantung pada cloud service Adobe.
Tentu saja, Substance 3D Painter tetap menjadi standar industri dengan ekosistem material library yang sangat luas dan integrasi yang lebih matang dengan pipeline besar. Tapi untuk indie game developers, freelancer, dan artist yang punya budget terbatas, ArmorPaint 1.0 kini menjadi alternatif yang sangat serius untuk dipertimbangkan.
Delapan tahun perjalanan dari early access ke versi stabil, dan tim Armory sudah membuktikan bahwa tool open-source bisa bersaing dengan software komersial raksasa. ArmorPaint 1.0 bukan hanya peningkatan performa atau penambahan fitur biasa, tapi representasi dari komitmen panjang untuk membangun tool yang benar-benar dibutuhkan komunitas 3D art. Kalau kamu belum pernah mencoba ArmorPaint, sekarang waktu yang tepat untuk mulai.
Sumber: CG Channel ArmorPaint ArmorPaint Forums itch.io
Post By Team Bywira.comShare this article
Related Articles
FreePencil2: Add-on Gratis Blender yang Bikin 3D Model Jadi Line Art Satu Klik
FreePencil2 adalah add-on gratis untuk Blender yang bisa mengubah model 3D jadi line art dengan satu klik. Dibuat oleh animator Jepang Masamune Sakaki, tools ini otomatis memproses vertex color dan compositor untuk menghasilkan garis outline yang clean.
Nomad Sculpt 2.9.24 Tambah Fitur Direct App Linking ke Blender dan ZBrush, iOS dan Android
Nomad Sculpt versi 2.9.24 menghadirkan direct app linking: hubungkan iPad atau Android ke Blender di desktop dan semua perubahan sculpting muncul secara real-time. Tidak perlu export-import lagi.
Mixos: Tools Browser 3D yang Kini Bisa Connect Langsung ke Blender via Live Link
Mixos merilis Live Link untuk Blender, fitur yang membiarkan kamu cat texture di browser dan hasilnya muncul real-time di viewport Blender. Nggak perlu export-import manual lagi.