BlendKit Buka 60.000+ Aset 3D Gratis buat Maya, Godot, dan Rhino, Nggak Cuma Blender Lagi
BlendKit kini bisa dipakai di Maya, Godot, dan Rhino lewat plugin baru. Total ada 67.430 aset gratis, mulai model 3D, material, HDRI, sampai brush, dan aman buat proyek komersial.

Hari Selasa, 4 Agustus 2026, mimin nemu kabar yang bikin mata langsung melek: BlendKit, perpustakaan aset 3D yang selama ini cuma bisa dipakai di dalam Blender, resmi buka pintu buat pengguna Maya, Godot, dan Rhino. Buat temen-temen yang sering ngerasa hidupnya setengah mati kalau butuh material kayu, HDRI studio, atau model kursi cepat-cepat, ini bukan sekadar kabar biasa.
Dulu Cuma Buat Pengguna Blender, Sekarang Beda Cerita
BlendKit (dulu BlenderKit) itu modelnya beda dari situs aset kebanyakan. Kamu nggak bisa asal download file dari websitenya, semua lewat add-on yang dipasang di software 3D kamu. Dari situ baru bisa cari aset, intip detailnya, lalu drag and drop langsung ke scene. Nyaman banget, tapi selama bertahun-tahun add-on ini cuma tersedia buat Blender.
Nah, minggu ini BlendKit ngerilis plugin baru untuk tiga software sekaligus: Maya, Rhino, dan Godot. Artinya, kalau kamu kerja di Maya buat animasi karakter, atau bikin visualisasi arsitektur di Rhino, atau ngembangin game indie pakai Godot, kamu sekarang bisa akses perpustakaan yang sama persis dari dalam aplikasi masing-masing. Nggak perlu lagi buka Blender cuma buat narik aset terus ekspor ulang.
Isinya Apa Aja? 67 Ribu Lebih Aset Gratis
Yang bikin kabar ini makin menarik, jumlah aset gratisnya bukan main. Per awal Agustus 2026, katalog BlendKit mencatat lebih dari 22.000 model 3D gratis, 36.000 material gratis, 4.000 HDRI gratis, dan 1.000 brush gratis. Kalau ditotal, lebih dari 67.000 aset bisa kamu pakai tanpa keluar duit sepeser pun, termasuk buat proyek komersial. Angka ini mimin cek langsung di situs resminya, dan di sana tertera 67.430 aset gratis, sementara versi berbayar buka akses ke total 143.118 aset.

Screenshot: BlendKit (blendkit.com), perpustakaan aset 3D yang kini mendukung Maya, Godot, dan Rhino.
Material gratisnya lengkap buat kebutuhan visualisasi: batu, kayu, logam, plastik, kaca, bata, tanah, sampai kain. Model 3D-nya juga beragam, mulai dari aset arsitektur, tanaman, properti, kendaraan, sampai senjata. Ada juga HDRI interior, eksterior, dan setup pencahayaan studio yang dibikin manual, plus brush buat sculpting. Resolusinya nggak murahan, material biasanya punya tekstur minimal 2.096 x 2.096 piksel, dan HDRI umumnya minimal 8.192 piksel lebarnya.
Catatan Kecil yang Wajib Kamu Tahu
Mimin nggak mau cuma kasih kabar manis, ada beberapa hal yang perlu kamu pertimbangkan sebelum pasang. Plugin Maya dan Rhino masih berstatus eksperimental, dan yang agak bikin kaget: buat dua software itu kamu tetap perlu Blender terpasang di komputer yang sama. Pluginnya pakai Blender buat mengonversi file .blend ke format yang bisa dibaca aplikasi tujuan. Jadi kalau kamu murni user Maya dan nggak mau install Blender, alurnya belum sepenuhnya mulus. Plugin Godot disebut bisa langsung jalan tanpa Blender, tapi dukungan resminya baru untuk Windows dan Linux, versi macOS belum diuji.
Dari sisi lisensi, aset di BlendKit dilindungi lisensi RF (Royalty-Free) dan CC0, jadi aman dipakai di proyek komersial. Buat yang penasaran sama paket berbayar, harga berlangganan buat seniman dan studio dengan pendapatan di bawah 100 ribu dolar per tahun adalah 17,90 dolar per bulan atau 118,80 dolar per tahun. Versi bisnisnya 48 dolar per bulan atau 576 dolar per tahun.

Render 3D oleh 3darts renders via Unsplash.
Kenapa Ini Penting Buat Kita di Indonesia?
Mimin yakin sebagian besar pembaca di sini akrab banget sama dilema ini: butuh aset bagus, tapi budget bulanan buat langganan marketplace aset rasanya menusuk. BlendKit yang buka ke software lain ini jadi jalur tengah yang masuk akal, apalagi buat freelancer yang baru mulai, mahasiswa Desain Komunikasi Visual yang lagi ngerjain tugas akhir, atau studio kecil yang lagi ngejar deadline. 67 ribu aset gratis itu bukan angka kecil, cukup buat ngelewatin fase proyek yang belum ada budget asetnya.

Foto oleh Ion (Ivan) Sipilov via Unsplash.
Terus terang, mimin agak berharap plugin ini cepat keluar dari status eksperimental. Begitu stabil, ini bisa jadi standar baru: satu perpustakaan aset gratis yang nyambung ke hampir semua software 3D utama. Buat ekosistem kreatif yang harganya lagi naik-naiknya seperti sekarang, angin segar kayak gini jarang banget datang.
Kalau kamu udah coba plugin Maya atau Godot-nya, cerita dong di kolom komentar, terutama soal seberapa mulus proses konversi asetnya. Mimin penasaran, apakah rasanya sudah senyaman di Blender atau masih perlu sabar ekstra. Buat yang belum nyoba, langsung gas ke situs BlendKit dan pasang add-on gratisnya. Mumpung masih baru, ini momen yang pas buat eksplorasi.
Sumber
Baca juga: blendkit.com, BlenderNation
Post By Team Bywira.com