Adobe Project Oasis: Tool Desain AI Baru yang Langsung Bidik Pengguna Figma
Adobe resmi mengundang desainer untuk menguji Project Oasis, aplikasi desain grafis berbasis web dengan AI brand-aware. Target jelas: pengguna Figma.
Pada 7 September 2026, Adobe mengumumkan Project Oasis melalui postingan di Adobe Community yang ditulis oleh Smriti Capoor, Community Manager Adobe. Ini bukan sekadar tool AI biasa. Project Oasis adalah aplikasi desain grafis berbasis web dengan AI brand-aware yang dibangun langsung ke dalam workflow. Dan tujuannya sangat jelas: menarik pengguna Figma pindah ke ekosistem Adobe.
Jika selama ini kamu pakai Figma untuk desain interface dan Illustrator untuk kebutuhan brand identity, Project Oasis ingin jadi jembatan yang menggabungkan keduanya dalam satu platform baru. Mimin akan uraikan kenapa ini penting dan apa yang harus kamu perhatikan.
Apa Itu Project Oasis dan Kenapa Penting
Project Oasis masih dalam tahap testing. Adobe membuka akses awal untuk sekelompok tester terpilih mulai minggu 31 Agustus 2026, dan periode pengujian ini berlangsung hingga Adobe MAX. Yang menarik, semua tester wajib menandatangani NDA (Non-Disclosure Agreement), sehingga belum ada daftar fitur resmi, pricing, atau tanggal peluncuran yang bisa diungkap secara publik.
Dari informasi yang tersedia, Project Oasis difokuskan pada pembuatan materi brand identity dan marketing materials. Fitur unggulannya adalah AI yang memahami brand guidelines kamu. Artinya, tool ini tidak sekadar menghasilkan desain generik, melainkan merancang elemen visual yang konsisten dengan identitas brand yang sudah ada. Untuk agency dan in-house designer yang kerap mengelola multiple brand, konsep ini punya potensi menghemat waktu revisi yang selama ini jadi momok.
Adobe juga menawarkan pengalaman eksklusif kepada para tester: akses awal ke fitur, kontak langsung dengan tim produk, dan akses ke channel cohort privat. Ini menunjukkan Adobe serius mendengar feedback dari pengguna sebelum peluncuran massal. Strategi ini mirip dengan pendekatan yang pernah dilakukan Figma saat masih dalam fase pertumbuhan awal.
Kenapa Project Oasis Langsung Menarget Pengguna Figma
Jawaban singkatnya: karena Figma menguasai pasar desain interface. Berdasarkan survei UX Tools, Figma memegang sekitar 82% pangsa pasar dalam desain interface. Angka ini sulit digoyahkan. Adobe tahu bahwa menyerang langsung dari sisi fitur tidak cukup, makanya mereka membangun tool baru dari nol dengan pendekatan berbeda.
Project Oasis tidak berusaha menyaingi Figma di kolaborasi real-time atau prototyping. Sebaliknya, Adobe mengambil jalur yang selama ini menjadi kelemahan Figma: integrasi AI brand-aware yang dalam. Kamu mungkin sudah familiar dengan bagaimana Figma belakangan menambahkan fitur AI, tapi model bisnis Figma lebih bergantung pada ekosistem plugin pihak ketiga. Adobe, dengan Firefly AI-nya yang sudah matang, punya keunggulan infrastruktur AI in-house yang bisa diintegrasikan langsung ke workflow desain.
Dari sisi target pengguna, Adobe secara eksplisit menyebut agency, freelancer, dan in-house designer yang rutin menggunakan Figma dan Illustrator. Ini segmen pasar yang sangat spesifik. Mereka bukan pengguna kasual yang butuh Canva, melainkan profesional yang butuh presisi, konsistensi brand, dan efisiensi produksi massal.

Dampak untuk Freelancer dan Desainer
Jika kamu freelancer yang sering mengerjakan proyek brand identity, Project Oasis bisa jadi game-changer. Bayangkan punya tool yang langsung memahami palette warna, tipografi, dan tone visual brand klien kamu, lalu bisa menghasilkan aset marketing yang konsisten tanpa harus setup ulang setiap kali. Waktu yang selama ini kamu habiskan untuk memastikan semua elemen sesuai brand guideline bisa dipangkas drastis.
Tapi ada sisi yang perlu diwaspadai. Adobe belum mengumumkan pricing untuk Project Oasis. Jika tool ini masuk ke dalam paket Creative Cloud yang sudah mahal, para freelancer kecil mungkin akan berpikir dua kali. Di sisi lain, jika Adobe menawarkan pricing tier tersendiri yang lebih terjangkau, ini bisa jadi ancaman serius bagi Figma yang selama ini dikenal dengan model pricing yang lebih ramah untuk tim kecil dan individu.
Hal lain yang perlu kamu perhatikan: ketergantungan pada ekosistem Adobe. Jika Project Oasis terintegrasi erat dengan Illustrator, Photoshop, dan Firefly, kamu mungkin akan semakin sulit keluar dari ekosistem ini. Vendor lock-in adalah risiko nyata yang harus kamu pertimbangkan sebelum berpindah tool secara total.
Lanskap Adobe vs Figma di 2026
Melihat angka-angkanya, pertempuran ini sangat menarik. Adobe melaporkan revenue Q2 2026 sebesar $6,62 miliar, naik 13% year-over-year. Lebih penting lagi, AI-first ARR (Annual Recurring Revenue) Adobe telah melampaui $500 juta, yang berarti tiga kali lipat dibanding tahun lalu. Ini menunjukkan bahwa strategi AI Adobe bukan sekadar janji di atas kertas, melainkan sudah menghasilkan uang nyata.
Sementara itu, Figma mencatat revenue Q2 2026 sebesar $370,1 juta dengan pertumbuhan 48% year-over-year dan net dollar retention rate 136%. Angka ini menunjukkan Figma bukan hanya mempertahankan pengguna, tapi juga berhasil menambah pengeluaran dari pengguna yang sudah ada. Dengan 13 juta monthly active user dan valuasi IPO sekitar $45 miliar, Figma tetap menjadi pemain dominan di desain interface.
Jadi, bukan berarti Figma lemah. Tapi Adobe punya keunggulan yang tidak dimiliki Figma: ekosistem produk kreatif yang sangat luas dan infrastruktur AI generatif yang sudah terbukti menghasilkan revenue. Project Oasis adalah senjata baru Adobe untuk menggabungkan kedua keunggulan ini dalam satu tool yang bisa menarik pengguna Figma.

Harusnya Kamu Excited atau Khawatir?
Jawaban jujurnya: keduanya. Excited karena kompetisi yang sehat selalu menghasilkan produk yang lebih baik untuk pengguna. Ketika Adobe dan Figma saling berhadapan secara langsung, kamu sebagai desainer yang diuntungkan. Fitur baru, pricing yang lebih kompetitif, dan inovasi yang lebih cepat adalah dampak langsung dari rivalitas ini.
Tapi juga khawatir karena industri desain sedang bergerak sangat cepat ke arah AI. Jika AI brand-aware di Project Oasis benar-benar bisa menghasilkan aset marketing yang setara dengan hasil kerja manual designer, ini bisa mengubah cara klien memandang nilai jasa desain. Pertanyaannya bukan lagi "Apakah AI bisa menggantikan designer?" melainkan "Seberapa banyak bagian dari workflow desain yang bisa diotomasi?"
Yang pasti, tidak ada alasan untuk panik berlebihan. Tool AI tetap butuh input manusia yang tajam untuk menghasilkan output yang berkualitas. Yang berubah adalah fokus pekerjaan kamu: dari execution murni ke arah konsep, strategi, dan pengambilan keputusan kreatif yang tidak bisa digantikan mesin.
Penutup: Yang Bisa Kamu Lakukan Sekarang
Yang paling realistis dilakukan sekarang: pantau terus perkembangan Project Oasis menjelang Adobe MAX. Adobe kemungkinan besar akan mengungkap lebih banyak detail di acara tersebut, termasuk potensi pricing dan fitur lengkap. Kalau kamu memang tertarik untuk menjadi tester, coba cek halaman Adobe Community untuk melihat apakah masih ada slot yang dibuka. Ingat, NDA wajib, jadi kamu tidak bisa membagikan pengalaman testing ke publik.
Satu hal yang tidak boleh kamu lakukan: buru-buru berhenti berlangganan Figma. Dunia desain sedang dalam masa transisi, dan strategi terbaik adalah tetap fleksibel. Pelajari tool baru tanpa melepaskan tool lama yang sudah kamu kuasai. Diversifikasi skill set dan toolset adalah investasi terbaik yang bisa kamu lakukan sebagai desainer di tahun 2026 ini.
Terakhir, perhatikan bagaimana Adobe menangani pricing. Jika mereka bisa menawarkan sesuatu yang lebih terjangkau dari paket Creative Cloud penuh, ini bisa menjadi faktor penentu apakah Project Oasis benar-benar bisa mengancam posisi Figma atau hanya jadi another Adobe product yang terlalu mahal untuk freelancer. Tunggu saja perkembangannya.
Sumber: Yahoo Finance UX News Adobe Community Refonte Learning Programming Helper
Post By Team Bywira.com
Share this article
Related Articles
Yuta ONE Memberi 200+ Font Gratis: Kesempatan Terbatas buat Desainer
Desainer tipografi Jepang Yuta ONE bagikan 200+ font premium gratis untuk merayakan 170K followers. Deadline hari ini, 9 September 2026.

Logo Hogwarts Baru dari HBO Max Dikritik Desainer: Minimalisme yang Kejauhan?
HBO Max merilis logo Hogwarts house crests versi minimalis untuk seri TV Harry Potter baru. Desainer dan fans protes, menyebutnya sebagai bukti tren simplifikasi logo sudah berjalan terlalu jauh.
Google Gemini Jadi Mitra Kreatif 3 Label Mode Indonesia: Dari Riset Budaya hingga Sketsa 3D
Google Indonesia memperkenalkan inisiatif With Gemini In Craft bersama KRATON, STELLARISSA, dan TWO STITCHES. Tiga label mode lokal ini membuktikan AI bisa mempercepat riset budaya, mengubah sketsa menjadi figur 3D, dan menjembatani kolaborasi lintas negara tanpa menghilangkan sentuhan tangan desainer.